Pengembangan Ekowisata dan Pusat Kebudayaan Melayu Jadi Fokus Tim KKN PPM UGM Bentala Melayu di Siak
Tim Bentala Melayu (Unit RI-001) resmi diterjunkan bersama mahasiswa/i Universitas Gadjah Mada (UGM) lainnya. Tim Bentala Melayu berisi 25 mahasiswa/i yang dibimbing Dr. Sailal Arimi, S.S., M.Hum dari Fakultas Ilmu Budaya dan dipimpin oleh Idris Bayu Al Faqi sebagai Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) ini akan beranjak ke kampung Langkai dan Suak Lanjut, Kecamatan Siak, Riau.
KLIKCERDAS.COM, YOGYAKARTA – Tim Bentala Melayu (Unit RI-001) resmi diterjunkan bersama mahasiswa/i Universitas Gadjah Mada (UGM) lainnya. Tim Bentala Melayu berisi 25 mahasiswa/i yang dibimbing Dr. Sailal Arimi, S.S., M.Hum dari Fakultas Ilmu Budaya dan dipimpin oleh Idris Bayu Al Faqi sebagai Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) ini akan beranjak ke kampung Langkai dan Suak Lanjut, Kecamatan Siak, Riau.

Upacara penerjunan dilaksanakan di Lapangan Pancasila UGM pada Jum’at (19/6/2026) sebagai penanda dimulainya program mengabdi ini. Upacara ini diikuti 8.178 mahasiswa serta 324 dosen pembimbing yang telah dibagi menjadi 298 unit akan disebar menuju 32 provinsi di Indonesia dalam rangka memberdayakan masyarakat sesuai dengan program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2026, selama 50 hari, yakni mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.
Pada kesempatan itu, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D mengatakan, program KKN merupakan media dimana mahasiswa/i dapat belajar secara langsung di lapangan bersama masyarakat.
“Acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi wadah pemersatu semangat dan komitmen untuk membangun bangsa melalui pemberdayaan masyarakat. Selama kurang lebih 50 hari, mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan belajar langsung dari masyarakat,” ucapnya.
Rektor UGM juga menyampaikan, masing-masing tim dapat menyampaikan program dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap masyarakat.
“Saya yakin kalian akan melaksanakan berbagai program yang mampu menjawab persoalan masyarakat dan membawa perubahan positif, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, S.S., M.A., juga hadir dalam kegiatan upacara penerjunan. Dia menyebut desa (kampung) memiliki potensi yang dapat lebih digali.
“Desa memiliki potensi besar, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun jaringan sosial. Namun potensi tersebut harus dirajut menjadi kekuatan ekonomi yang produktif melalui industri,” ujarnya.
Dalam kegiatan KKN-PPM, mahasiswa/i diharapkan dapat menjalani program kerja dalam rangka membantu masyarakat lokal dan dapat kembali dengan kondisi sehat.
"Kepada seluruh mahasiswa, berangkatlah dengan selamat dan pulanglah dengan selamat. Jaga diri, jaga teman, dan jaga persahabatan dengan masyarakat. Belajarlah bersama rakyat, karena di sanalah banyak pengetahuan yang tidak selalu dapat ditemukan di ruang kelas,” ucap Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM saat menutup upacara penerjunan.
Pada tahun ini, Tim Bentala Melayu yang dibimbing dan diarahkan oleh DPL Dr. Sailal Arimi, M.Hum mengusung tema Optimalisasi Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan Berbasis Digital dan Revitalisasi Pusat Kebudayaan Melayu melalui Peningkatan Ketahanan Pangan, Mitigasi Kesehatan Lingkungan, serta Penguatan Kapasitas SDM Masyarakat di Kampung Suak Lanjut dan Kampung Langkai, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
“Dalam rangka melanjutkan program pada tahun sebelumnya, tim yang terisi oleh anggota dari 4 klaster utama, yakni Medika, Soshum, Agro, dan Saintek, berharap dapat membantu masyarakat lokal dalam mengembangkan ekowisata dan merevitalisasi pusat budaya Melayu sesuai dengan tema," pungkas Sailal Arimi. (rls)



Admin



